Shmily

Everything Is Going To Be Alright

Kebiasaan Terbentuk Melalui 6 Tahapan

Leave a comment


1.Berpikir
Berpikir

Pada tahapan ini seseorang memikirkan sesuatu, memberi perhatian, dan berkonsentrasi padanya. Sesuatu itu bisa ada dalam pikiran karena memiliki nilai lebih atau dianggap penting.

2.Perekaman
perekaman dalam otak

Ketika seseoran memikirkan sesuatu, otaknya merekam. Otaknya kemudian membuka file yang sejenis dengan pikiran itu dan menghubungkan dengan pikiran-pikiran lain, yang sejenis atau yang dinilai bermamfaat baginya. Perekaman adalah tahapan yang sederhana di mana seseorang bisa menjauhinya dan menutup file, jika menghendaki

3.Pengulangan
pengulangan

Dalam tahapan ini seseorang memutuskan untuk mengulang perilaku yang sama dengan perasaan yang sama. Maka, contohnya ia merekok berkali-kali, menenggak minuman keras, menonton televisi sekian lama, makan meski tidak lapar, atau melakukan kegiatan lain, baik yang positif atau negatif

4.Penyimpan
Penyimpanan

Karena perekaman dilakukan berkali-kali, pikiran menjadi semakin kuat. Akal menyimpannya dalam file dan menghadirkan ke hadapan Anda setiap kali Anda menghadapi kondisi serupa. Melepaskan diri dari perilaku semacam itu akan semakin sulit karena pikiran itu sudah tersimpan di dalam file akal bawah sadarnya.

5.Pengulangan kembali
pengulangan

Dalam tahapan ini, disadari atau tidak, seseorang mengulang kembali perilaku yang tersimpan kuat di dalam akal bawah
sadarnya. Ia dapa merasakan bahwa dirinya telah mengulangi perilaku itu atau terjadi begitu saja di luar kemauannya.
Setiap kali memori yang tersimpan di akal bawah sadar itu diulang, ia semakin kuat dan mendalam.

6.Kebiasaan
Kebiasaan

Karena pengulangan yang berkelanjutan dan tahapan-tahapan di atas yang dilalui, akal manusia meyakii bahwa kebiasaan ini merupakan bagian terpenting dari perilaku seseorang. Maka, ia memperlakukannya seperti bernapas, makan, minum, atau kebiasaan lain yang mengakar kuat. Jika sudah begitu, orang tidak dapat mengubahnya dengan hanya berpikir untuk mengubah, kemauan keras, atau dengan sesuatu yang berasal dari dunia luar semata. Ia harus mengubah makna yang terbentuk dalam pikiran dasar, kemudian membentuk program baru untuk dirinya dan mengulang-nglang program itu. Dengan demikian, ia akan melalui tahapan-tahapan seperti yang sudah dilalui dalam membentuk kebiasaan negatif, kemudian ia ganti dengan kebiasaan positif.

Sekian dulu, semoga bermamfaat
tolong di rate ya

Advertisements

Author: shmily49

saya orang yang ingin tau banyak hal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s